Ayah tidak akan pulang, nak.

“Berdo’a, jaga bundamu dan kedua adikmu.”

Pesannya yg selalu aku ingat, pesan dari ayah untuk anandanya yg menjadi harapannya.

Jauh dari jarak bumi ke titik bumi yang lain,setiap ayah yang merindukan anak-anaknya, ada tangis seorang ayah yang menyesali sebuah perpisahan.

Mungkin dari kalian menikmati berada di tengah-tengah hangat lingkungan keluarga, dan untuk kalian yg lain merasa iri dengan keadaan keluarga yg ada.
Menyesali keadaan yg telah terjadi, atau berharap merubah kembali segalanya. Itu bukan do’a, itu harapan dr kita.

Ahh, semua berputar. Ada aku kecil yang bermanja pada ayah. Tangisku adalah hiburan untuknya, marahku sewaktu itu adalah keharusannya untuk menenangkanku dengan segala caranya.
Sekarang aku yg mencarinya, keberadaannya entah dimana.

“Tahun ke 14, terlalu lama ayah pergi. Ayah pasti akan membawa bingkisan untuk kita, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Pekerjaan menjaga kita jauh disana.”

Aku hanya takut kehabisan waktu, tidak bisa membalas segala sesuatunya. Ayah, terimakasih untuk percaya.

Hari ini dia berulang tahun,

Lewat sudah 50 tahun lebuh usianya.

Tuhan, dimanapun dia saat ini,

Berikan segala sesuatunya untuk yang terbaik.

Dekatkan dia dengan surga-Mu.

Selamat ulang tahun, ayah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s