Surat Penggemar

Banyak dari kita untuk ingin belajar lebih di setiap harinya. Entah darimana pelajaran itu di dapat, apabila kita bijak untuk melihatnya akan banyak pelajaran dari sekitar kita.

Suatu waktu aku melihat seorang yang bercerita dalam sebuah wadah dengan kata demi kata yang di rajut menjadi kalimat. Layaknya bila kita menggambar pegunungan, disitu ada matahari, awan, pedesaan, dan persawahan. Singkat, jelas dan caranya menyampaikan begitu sangat mudah untuk diterima.

Jika dia matahari, mungkin dia sangat banyak membantu menyinari belahan bumi sisi satu bergantian dengan sisi lainnya. Tetapi itu terlalu berlebihan, aku mengibaratkan dia sebagai rerumputan. Menurut banyak orang rerumputan hanyalah rerumputan, akan tetapi untu sebagian orang banyak yang bisa diambil dari rumput itu. Semisal warna hijaunya mengindahkan sekitar bukan, atau bisa menjadi pakan ternak untuk para penggembala. Dan juga menjadi rumah bagi serangga yang tidak selalu terlihat oleh mata.

“Seperti itulah dia, menurut banyak orang dia mungkin hanya berceloteh. Tapi menurut sebagian orang, dia memberi banyak pelajaran. Begitu juga untukku.”

Tidak ada salahnya untuk kita berbagi, baik itu apa yang kita tau atau yang pernah kita alami dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Melalui apapun penyampaiannya, belajarlah menghargai maksud baik orang lain apalagi untuk dibagikan untuk sesama.
Dan yang terpenting adalah jangan anggap diri kita adalah yang terhebat, ingat masih ada langit di atas langit dan dalamnya samudra siapa yang tau.

Surat Penggemar – Untuk Windy Ariestanty (@windyariestanty)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s