Titik Pena

Ketika aku melihat lembaran coklat yang berhiaskan kalimat yang begitu panjang, aku teringat tentang sebuah titik pena. Hanya sebuah titik, tetapi apa yang kita tau tentang itu?

Titik, kebanyakan dari orang selalu beranggapan bahwa setiap apa yang diakhiri oleh titik akan berakhir. Bukan, titik hanyalah pembatas untuk kita agar dapat beristirahat. Masih ada kalimat yang bisa kita rangkai setelah itu.

Setiap menggoreskan pena diatas putihnya kertas, seakan awang kita ada diatas kertas itu untuk ikut serta mendorong pena menciptakan sebuah huruf.

Berapa banyak titik yang kita buat, berapa banyak juga kalimat yang ada dibalik sebuah titik.

Bukan akan berakhir, setiap cerita yang berakhir hanya berpindah ke judul lain yang dimana berlatar belakang sama dengan cerita sebelumnya.

Kita adalah penulis cerita kehidupan kita. Jika ingin kehidupan kita indah, jadilah sesuatu yang dapat mengindahkannya. Bukan hanya berkeluh kesah dan mengakhiri dengan sebuah titik pena.

Satu titik yang kita letakan dalam sebuah lembaran, akan bisa menjadi indah bila kita tau bagaimana caranya melukis. Dan bila kita ingin merubah sesuatu, belajarlah untuk memahaminya. Lakukanlah yang sekiranya itu indah dan kita mampu, jangan memaksakan yang dimana kita tau bila akhirnya hanya lelah.

Titik pena, akan menjadi saksi akhir dari kalimat atau akan menjadi awal sebuah goresan. Belajarlah untuk menjadi lebih. Jadilah seperti namamu, banyak harap di balik nama itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s